HSEMagz

Bukan Sekedar Berita

Fire & Safety Tips & Tricks

Waspadai Bahaya Obat Nyamuk Bakar Bagi Keselamatan

JAKARTA, HSEmagz.com– Penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih membayangi Indonesia. Di beberapa kota di Indonesia, kewaspadaan akan DBD sudah meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Hal ini dipicu peralihan musim yang kini tengah berlangsung di Indonesia. Pada saat musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau seperti sekarang ini, nyamuk yang bersarang di genangan air bisa berkembang biak dengan tenang sehingga jumlah populasi nyamuk di musim kemarau jauh lebih banyak dibanding musim hujan.

Apalagi nyamuk Aedes aegipty, penyebab DBD.  Nyamuk ini lebih memilih bersarang di genangan air yang bening atau jernih seperti bak mandi, ember, kaleng bekas, dan sebagainya.

Ada beragam cara yang dilakukan untuk mengusir atau membasmi nyamuk. Salah satunya adalah menggunakan ‘obat’ nyamuk, baik yang dibakar maupun semprot. Cara ini merupakan metode pengusiran nyamuk paling digemari masyarakat Indonesia.

Terutama obat nyamuk bakar. Menurut riset pasar, pada 2018 nilai pasar obat nyamuk di Indonesia mencapai Rp5 triliun/tahun. Empat dari 10 rumah di Indonesia, menggunakan obat nyamuk.

Dari keseluruhan penggunaan obat nyamuk, 40% masyarakat Indonesia menggunakan obat nyamuk bakar, 20% lainnya berbahan aerosol dan sisanya jenis-jenis lain. Harga yang murah dan pembakaran bisa bertahan hingga 8 jam, tentu menjadi pertimbangan tersendiri mengapa masyarakat Indonesia lebih memilih obat nyamuk bakar ketimbang bahan lainnya.

Obat nyamuk bakar dibuat menggunakan pasta kering dari bubuk piretrum. Bahan bubuk alami dari tanaman sejenis seruni ini sudah digunakan sebagai insektisida alami selama berabad-abad di Persia dan Eropa.

Pada akhir 1800-an seorang pengusaha Jepang bernama Eichiro Ueyama mengembangkan bubuk piretrum ini menjadi obat nyamuk bakar seperti yang sekarang kita kenal, setelah dicampur beberapa bahan lainnya.

Bahaya Bagi Keselamatan

Disamping efektivitasnya dalam mengusir nyamuk, obat nyamuk bakar juga menyimpan potensi bahaya yang mengancam keselamatan dan kesehatan manusia. Tulisan ini berfokus pada aspek keselamatan.

Seorang ibu berinisal TA (48) dan kedua anaknya LR (20) serta NL (14) ditemukan tak bernyawa dalam kondisi gosong di antara puing rumahnya yang terbakar di  Jl Griya Jatimurni Blok D Nomor 11 RT 4/5, Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (13/7/2020) silam.

Petugas saat mengevakuasi para korban yang meninggal di lokasi kejadian di Jl Griya Jatimurni Blok D Nomor 11 RT 4/5, Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (13/7/2020). (Foto: Istimewa)

Dalam peristiwa itu hanya AY (54), kepala keluarga, yang selamat dengan luka ringan pada bagian tangan. Menurut AY, insiden tersebut berasal dari obat nyamuk bakar yang merambat ke kasur busa hingga menyemburkan kobaran api yang menjalar ke seluruh rumah. Di Indonesia, peristiwa kebakaran yang dipicu obat nyamuk bakar kerap terjadi.

Sementara itu di Korea Selatan, sebuah asrama tiga lantai ludes dilalap si jago merah dan mengakibatkan 23 penghuni asrama, tewas di lokasi kejadian.  Pihak berwenang yang menyelediki kasus ini mendapati fakta bahwa kobaran api berasal dari obat nyamuk bakar yang dipasang di salah satu kamar.

Berikut beberapa tips agar obat nyamuk bakar tidak membahayakan keselamatan penghuni rumah:

  1. Jauhkan obat nyamuk bakar dari jangkauan balita yang suka memasukkan benda apa saja ke dalam mulutnya. Sebab jika obat nyamuk bakar tertelan, bisa mengancam keselamatan si balita.
  2. Jauhkan obat nyamuk bakar dari jangkauan anak-anak. Pada musim petasan, anak-anak sering menggunakan obat nyamuk bakar untuk menyalakan petasan.
  3. Bakar obat nyamuk pada alat yang sudah disediakan dalam kemasan (koil), lalu kasih alas untuk menampung debu hasil pembakaran obat nyamuk.
  4. Pastikan menempatkan obat nyamuk yang sudah dibakar di lokasi yang jauh dari benda-benda mudah terbakar dan meledak seperti kertas, kain, kasur, kayu, kendaraan, tabung gas, dsb. (berbagai sumber/Hasanuddin)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *