Suma’mur PK Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Pimpinsn majalah KATIGA Sudirgo Dh saat menyerahkan penghargaan kepada Ibu Rochela Suma'mur, Senin (27/2/2023). (Foto: Hasanuddin)
HSEmagz

JAKARTA, HSEmagz.com – Legenda K3 Indonesia, almarhum (Alm) Suma’mur Prawira Kusumah (PK) meraih dua penghargaan sekaligus di dua tempat berbeda, Senin (27/2/2023).

Penghargaan pertama diraih Suma’mur PK dari World Safety Organization (WSO) Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan untuk kategori Concerned Citizen Award.

Penghargaan diberikan langsung oleh Chairman WSO Indonesia Soehatman Ramli dan diterima oleh Ibu Rochela Suma’mur, istri almarhum Suma’mur PK.

Ibu Rochela Suma’mur (kedua dari kanan) saat menerima penghargaan dari WSO Idonesia di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (27/2/2023). (Foto: Istimewa)

Selang beberapa jam kemudian, penghargaan kedua diterima alm Suma’mur dari majalah KATIGA.

Penghargaan diberikan langsung oleh pimpinan majalah KATIGA Sudirgo Dh dan diterima oleh Ibu Rochela Suma’mur di kediaman almarhum di Jl Bangka II, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (27/2/2023) sore.

Kedua penghargaan tersebut diberikan kepada Suma’mur PK atas jasa-jasa almarhum yang selama hidupnya telah mendedikasikan diri bagi kemajuan K3 Nasional.

Baca juga : SUMA’MUR PK : Bola Karet Sang Legenda (1)

Atas kedua penghargaan tersebut, Ibu Rochela Suma’mur yang kini berusia 82 tahun 4 bulan, mengucapkan terima kasih. Ia tak menyangka penghargaan di bidang K3 diperoleh ketika sang suami tercinta sudah meninggalkan dirinya untuk selamanya.

“Saya atas nama almarhum suami mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan,” katanya.

Nenek 10 cucu dan buyut dari empat cicit ini berharap agar apa yang selama ini telah dilakukan dan diperjuangkan almarhum Suma’mur PK dalam bidang K3 bisa dilanjutkan oleh generasi penerus.

“Semoga K3 Indonesia bisa lebih berkembang dan maju lagi serta menjadi budaya di masyarakat Indonesia sebagaimana selama ini bapak (almarhum Suma’mur, red) cita-citakan,” kata Ibu Rochela Suma’mur yang petang itu ditemani putri ketiganya, Ratna Puspa Ratih Sari.

Sebagaimana diketahui, Suma’mur Prawira Kusumah adalah legenda K3 Indonesia. Perhatiannya terhadap aspek K3 sudah dimulai ketika masih duduk di bangku Sekolah Rakyat (SR) di zaman Jepang (1942 – 1949).

Kala itu ia menyaksikan penderitaan yang dialami para pekerja kebun karet di kampung halamannya di Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Menjadi pekerja, tak seindah yang dibayangkannya. Setiap hari, Suma’mur kecil disuguhi pemandangan menyayat hati.

Baca juga : SUMA’MUR PK : Bola Karet Sang Legenda (2)

Para pekerja kebun karet itu kurus kering, bekerja setiap hari tanpa mengenakan baju apalagi alas kaki. Banyak yang sakit.

Sejak itu, Suma’mur kecil bertekad untuk menjadi seorang dokter yang memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan pekerja.

Tekadnya itu benar-benar diwujudkan. Ia menjadi seorang dokter yang mengkhususkan diri pada kesehatan kerja.

Pada 1964, Suma’mur menggelindingkan konsep yang memadukan dunia kedokteran dan teknik, Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hiperkes), kerjasama antara stetoskop dan mistar hitung. Konsep ini hingga sekarang masih digunakan dan menjadi rujukan siapapun yang meminati ilmu K3.

Pada 2 Juli 2022, Suma’mur Prawira Kusumah dipanggil Sang Khalik karena penyakit yang dideritanya. Suma’mur meninggal dunia dalam usia 88 tahun 6 bulan (lahir di Tasikmalaya 22 Januari 1934). Meninggalkan seorang istri, empat anak, 10 cucu, dan 4 cicit. (Hasanuddin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *