HSEMagz

Bukan Sekedar Berita

Home Safety

Tiga Pemuda Tewas Tersengat Listrik Saat Banjir

TANGERANG, HSEmagz.com – Hujan yang terus menerus mengguyur dalam beberapa pekan terakhir, memicu terjadinya genangan air di sejumlah wilayah.

Di Kabupaten Tangerang, Banten, intensitas curah hujan yang meninggi sejak sepekan terakhir telah menyebabkan terjadinya banjir.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, banjir  telah mengakibatkan 554 KK (kepala keluarga) atau 1.494 jiwa di tiga RT, terpaksa harus tinggal dengan air yang merendam tempat tinggalnya. Menurut Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ajat Sudrajat, ketinggian air bervariasi antara 50 – 100 cm.

Tak hanya membuat 1.494 jiwa merana, banjir di Kabupaten Tangerang juga mengakibatkan tiga pemuda meregang nyawa. Ketiga korban teridentifikasi bernama Jamaludin (22), Syaeful (18), dan Arya (20). Ketiganya merupakan warga Kampung Cirumpak RT 13 RW 07, Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang.

Menurut Ajat, ketiga pemuda tersebut meregang nyawa lantaran tersengat arus listrik saat merapikan mesin kompresor (pompa) penyedot air saat banjir merendam pemukiman mereka. Peristiwanya terjadi pada Kamis (2/3/2023) sekira pukul 05.30 WIB.

Saat banjir melanda, ketiga korban bermaksud menyelamatkan pompa air supaya tidak mengalami kerusakan karena terendam air banjir.

Saat merapikan pompa air tersebut, diduga kuat mereka tidak mematikan arus listrik yang masih mengalir melalui kabel pompa air.

“Seketika itu mereka tersengat listrik dan karena ketiiga korban berada di air sehingga tidak tertolong jiwanya dan meninggal di tempat,” kata Ajat.

Baca juga: 3 Pekerja Limbah Tewas di Kontainer Limbah di Pertamina Hulu Rokan

Gofur, warga setempat mengatakan, ketiganya tersengat aliran listrik saat mengangkat kompresor penyedot air di rumah milik Uding.  “Mereka mengangkat kompresor penyedot air di bagian depan rumah. Tiba-tiba kejang-kejang dan langsung meninggal,” kata Gofur kepada awak media.

Melihat ketiga pemuda tersebut kejang-kejang, pemilik rumah lainnya langsung teriak histeris minta tolong. Namun, saat ketika dihampiri, ketiga remaja tersebut sudah mengembuskan napas terakhirnya.

Ketiga korban dievakuasi warga di tengah ketinggian banjir yang mencapai hingga satu meter dan dimakamkan siang harinya.

Gofur menjelaskan, banjir merendam pemukiman warga di Kampung Cirumpak sejak sepekan terakhir. Banjir dipicu karena intensitas hujan yang terjadi terus menerus sepekan terakhir ini.

Bahaya Listrik Ditengah Banjir

Berdasarkan catatan HSEmagz.com, kasus yang menimpa tiga pemuda di Kabupaten Tangerang, bukan kali ini terjadi. Sebelumnya di Semarang, Jawa Tengah, dua mahasiswi tewas diduga akibat tersengat listrik ketika melewati genangan banjir di Kecamatan Genuk, Sabtu (31/12/2022) sekira pukul 21.30.

Kedua korban teridentifikasi bernama Dinda Shefira Angelita (19) dan Muh Kevinabeel (19). Keduanya meninggal dunia setelah tersengat listrik ketika melintas di Jl Kapas Timur III RT 2 RW 8, Kelurahan Gebangsari, Kecamatan Genuk, Kota Semarang.

Ditengarai kuat, aliran listrik di genangan air tersebut berasal dari kabel listrik dari tiang listrik terputus dan jatuh ke jalanan.

Keesokan harinya atau Jumat (1/1/2023), Mohammad Romli (27) ditemukan sudah tak bernyawa oleh sang istri di dalam kamar rumahnya di Desa Panggung, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, Minggu (1/1/2023) sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat ditemukan, tubuh korban dalam kondisi sudah kaku dan luka melepuh di telapak tangan akibat tersengat listrik. Saat itu kontrakan yang ditempati korban tengah terendam banjir setinggi 20 cm.

Korban tewas tersengat arus listrik terkait banjir juga kembali terjadi di kota Semarang, Jawa Tengah. Setelah peristiwa dua mahasiswi tewas tersengat listrik saat banjir, kini giliran Sunaryo (62), seorang karyawan sebuah perusahaan di Kawasan Industri Terboyo, Kecamatan Genuk.

Kapolsek Genuk AKP Ris Andrian mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (2/1/2023) pukul 07.00 WIB.  “Korban tewas dengan luka gosong di tubuh,” ujarnya.

Ris menuturkan, berdasarkan keterangan dari dua saksi yang mengetahui kejadian itu, korban mulanya akan memasak. Namun, Sunaryo terlebih dahulu menghidupkan genset. “Saat itu posisi genset sedikit terendam air,” ucapnya. (Hasanuddin)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *