HSEMagz

Bukan Sekedar Berita

Calendar Events Fire & Safety

Masyarakat Perlu Diedukasi Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran

JAKARTA, HSEmagz.com –  Kisah pilu di hari menjelang Lebaran, mengalir dari kota Medan, Sumatera Utara.

Enam dari 13 penghuni sebuah rumah dua lantai di Jalan Selamat, Medan Amplas, Kota Medan, Sumatera Utara, meregang nyawa setelah hunian mereka terbakar hebat pada Selasa (18/4/2023) pagi.

Selang enam hari kemudian atau Senin (24/4/2023), sedikitnya 30 rumah warga di pemukiman penduduk di Kampung Muka, Jl Kencur RT 003 RW 04, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, ludes dilalap Si Jago Merah.

Pada hari yang sama (24/4/2023), Trans Studio Mall (TSM) Makassar juga kebakaran. Meski hanya melumat dekorasi foto yang selama ini menjadi spot swa foto, toh kebakaran yang dipicu hubungan pendek arus listrik itu memaksa 64 pengunjung dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami sesak napas.

Kebakaran seakan menjadi menu harian masyarakat di Indonesia. Setiap hari, ada saja pemberitaan mengenai peristiwa kebakaran yang disiarkan media massa.

Di kota Jakarta, misalnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), peristiwa kebakaran pada 2022 terdata di angka 1.691 kasus atau terjadi 4,6 kebakaran/hari.

Baca juga: ADRIANUS PANGARIBUAN: Setiap Kebakaran ‘Kok’ Karena Listrik (3)

Secara nasional, sebagaimana data Direktorat Jenderal (Ditjen) Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tahun 2002, pada 2021 peristiwa kebakaran terjadi setiap jam (11.768 kasus di 270 kota/kabupaten) dengan korban meninggal dunia terdata di angka 424 orang.

Kebakaran yang terjadi di sepanjang 2021 tersebut menimbulkan kerugian Rp29,38 triliun dan jumlah asset yang berhasil diselamatkan sebesar Rp15 triliun. Angka yang tidak lah kecil.

Kebakaran, tentu bukan tugas dan tanggung jawab petugas pemadam kebakaran semata. Tetapi seluruh masyarakat.

“Masyarakat perlu diberikan pemahaman tentang sebab-sebab dan penyebab terjadinya kebakaran di pemukiman itu terkait apa saja,” kata M Dawaman, Sekjen Masyarakat Profesi Keselamatan Kebakaran Indonesia (MPK2I) saat dihubungi Kamis (4/5/2023).

Dawaman mencontohkan beberapa hal yang perlu diketahui dan dipahami masyarakat tentang hal-hal yang bisa menjadi potensi terjadinya kebakaran. Antara lain:

  1. Listrik (beban berlebih, usia kabel atau peralatan listrik,pencurian daya dll)
  2. Gas (terjadi kebocoran gas didapur)
  3. Saat memasak ditinggal
  4. Bensin eceran
  5. dan sebagainya

Baca juga: Dirut Pertamina Ungkap Korosi Jadi Pemicu Kebakaran di Kilang

“Hal ini harus dipahami agar masyarakat mengetahui cara pencegahannya. Kalau pun terjadi (kebakaran) mereka harus dilatih cara pemadaman awal agar (api) tidak menjadi besar sehingga menimbulkan kerugian bagi warga lainnya,” kata Dawam.

Menurut Dawaman, masyarakat harus mengetahui kontak darurat pemadam kebakaran sehingga ketika terjadi kebakaran, bisa saat itu juga diinformasikan ke petugas pemadam kebakaran.

Tak kalah pentingnya, masyarakat harus memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada petugas saat proses pemadaman dan memberikan support kepada petugas tentang pencarian sumber air di lokasi kejadian.

“Sedangkan bagi petugas harus lebih giat mengadakan sosialisasi dengan terus mengajak redkar di setiap RW untuk membantu sosialisasi pencegahan kebakaran. Siapkan masyarakat tangguh kebakaran yang berfungsi mengingatkan pencegahan kebakaran melalui lomba flyer, penyediaan sarana air dan hose bila diperlukan. Berikan sistem rewarding pada masyarakat yang membantu sosialisasi dan dapat menekan dan mencegah kebakaran,” Dawaman membeberkan.

Baca juga: Kebakaran Depo Plumpang, Begini Analisa Pakar Process Safety

Nada seragam juga diungkap Sudono, Chief HSE & S dari Ciputra World 1 Jakarta.

“Untuk masyarakat, selalu peduli dan berusaha mencegah terjadinya kebakaran dengan belajar tentang bahaya api dan kebakaran yang bisa terjadi di mana saja dan kapan saja,” katanya singkat melalui pesan elektronik saat dihubungi HSEmagz.com, Kamis (4/5/2023).

Sedangkan untuk petugas pemadam kebakaran, Sudono mengimbau agar terus meningkatkan kompetensi agar menjadi petugas yang mumpuni. “Terampil dan berawawasan dalam penanggulangan dan penyelamatan,” pungkasnya. (Hasanuddin)

 

 

 

 

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *