HSEMagz

Bukan Sekedar Berita

Insight Personal

Supandi, Mabuk Ikan Patin (1)

JAKARTA, HSEmagz.com – JANGAN menyodorkan ikan patin kepada Supandi. Apalagi pepes telurnya.

Pria kelahiran Sumedang, Jawa Barat, yang kini menapaki usia 73 tahun ini akan menolaknya dengan halus.

Padahal ikan berkumis dari spesies catfish ini gurihnya bukan main dan menjadi menu yang amat dicari dan digemari masyarakat di Sumatera bagian Selatan dengan sajian Pindang Ikan Patin atau Patin Asam Padeh bagi masyarakat Sumatera Barat atau pula Patin Bakar bagi masyarakat Kalimantan Selatan.

Supandi bukannya tak suka. Ia justru amat berhasrat setiap kali melihat ikan patin tersaji di meja. Toh, kandidat Doktor Ilmu Komunikasi di USahid Jakarta ini ternyata pernah punya pengalaman tersendiri dengan ikan patin, yang hingga sekarang sulit dilupakan dan membuatnya jadi anti ikan patin.

Ceritanya begini. Dulu, Supandi yang kini seluruh rambutnya sudah berwarna putih ini amat menggemari ikan patin, terutama telurnya.

Baca juga: SUMA’MUR PK : Bola Karet Sang Legenda (1)

Telur ikan patin bagi Supandi, lezatnya tiada tara bak telur Caviar yang terkenal di Amerika dan Eropa. Sajiannya dipepes.

Kakek tiga cucu ini bahkan punya cara mengolah dan resep sendiri dalam membuat pepes telur ikan patin sehingga tidak berbau amis dan rasanya lezat. Sebagai orang yang terlahir di bumi Sunda, Supandi cukup mahir mengolah aneka pepes makanan, utamanya pepes telur ikan patin.

Pepes telur ikan patin

Suatu hari ketika berdinas di kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Supandi mendapat kiriman telur ikan patin dalam jumlah cukup banyak. Tanpa pikir panjang, ia langsung mengolahnya menjadi pepes.

Hasratnya begitu menggebu ketika melihat telur ikan patin, sebab saat itu ia cukup lama tak melahap pepes telur ikan patin, yang menjadi penganan kesukaannya.

Pepes telur ikan patin itu dilumatnya hingga tak bersisa sama sekali. Setelah itu Supandi merasakan kepalanya pusing. Ia pun tertidur.

Baca juga: RUDIYANTO: SMK3 Indonesia Jadi Referensi ILO (2)

Tak dinyana, ia tertidur dua hari dua malam. Kala itu sang istri, almh, berada di Bandung.  Begitu terbangun, kepalanya masih terasa pusing.

Pepes telur ikan patin berakhir dengan berbaringnya Supandi di rumah sakit. Sejak itu, hingga sekarang ini, Supandi tidak mau lagi makan ikan patin.

“Saya mabuk pepes telur ikan patin sampai tertidur dua hari dua malam,” kenang Supandi.

Soal mabuk makanan, selain telur ikan patin, Supandi yang mengaku tak ada pantangan soal makanan hingga usianya saat ini, juga pernah merasakan mabuk buah durian.

Padahal dulu ia punya pohonnya sehingga bisa memetik kapanpun ia suka ketika sedang musim durian. “Pernah mabuk, jadi sekarang gak suka durian,” katanya. (bersambung/Hasanuddin)

 

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *