HSEMagz

Bukan Sekedar Berita

Insight Safety, Health, & Environtment

Budaya, Inovasi, & Digitalisasi K3 Penting dalam Upaya Keberlangsungan Usaha

Surabaya, hsemagz.com – Era digitalisasi telah menyuguhkan kecepatan (akselerasi), ketepatan (akurasi), dan efisiensi dalam berbagai sendi kehidupan. Dunia berjalan semakin cepat, merobos ruang dan waktu dengan presisi amat tinggi.

Digitalisasi telah mengubah wajah dunia, dengan segala keriuhannya. Era industri 4.0 dan Society 5.0 melahirkan budaya kerja baru, bentuk dan pola kerja baru, dan perubahan jam kerja serta profesi-profesi baru.

Situasi ini menjadi tantangan sekaligus peluang tersendiri bagi para pegiat K3. Sebab era industrialisasi dan digitalisai juga akan melahirkan aneka potensi bahaya yang baru pula, yang pada saat bersamaan menyemburkan pula aneka inovasi guna beradaptasi dengan perkembangan zaman yang bergerak amat cepat.

Hal itu lah yang melatari Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Provinsi Jawa Timur (DK3P Jatim) menyelenggarakan seminar nasional K3 dengan mengusung tema “Budaya, Inovasi, dan Digitalisasi K3 : Upaya Menjaga Keberlangsungan Usaha.”

Menurut Edi Priyanto, Wakil Ketua DK3P Jatim, seminar yang digelar secara hibrid pada Minggu (11/2/2024) di auditorium Universitas  Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) tersebut dilakukan sebagai rangkaian kegiatan bulan K3 nasional tahun 2024.

Pihaknya sengaja memilih kampus  agar lebih mendekatkan informasi dan kegiatan K3 dengan para generasi muda khususnya mahasiswa agar mampu mempersiapkan diri menjadi generasi Indonesia Emas tahun 2045 mendatang.

“Kegiatan yang berlangsung pada hari Minggu 11 Februari 2024 itu diikuti oleh ratusan peserta yang berasal dari perwakilan berbagai perusahaan, asosiasi dan komunitas K3, pengawas ketenagakerjaan, dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Jawa Timur,” kata Edi.

 

“Sebelumnya rangkaian kegiatan dalam rangka bulan K3 Nasional 2024 di Jawa Timur telah digelar, di antaranya apel bulan K3, kegiatan sosial donor darah, safety riding pengemudi ojol, pemeriksaan kesehatan gratis untuk pengemudi ojol, pengujian lingkungan kerja, Aksi K3 dengan melakukan kampanye dan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat dalam acara car free day. Juga diselenggarakan berbagai kompetisi, mulai kampanye untuk siswa sekolah tingkat SMA/SMK, kampanye untuk pekerja UMKM, kompetisi Foto dan Video serta juga kegiatan kompetisi inovasi K3 yang bisa diikuti oleh individu dan perusahaan,” Edi membeberkan.

Dalam kesempatan yang sama Sigit Priyanto, ST, MM Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur mengatakan bahwa Bulan K3 Tahun 2024  menjadi sebuah momen penting untuk memperkuat komitmen terhadap implementasi K3 di tempat kerja.

Bulan K3 merupakan kesempatan bagi semua pihak untuk lebih memahami pentingnya K3 dalam menjalankan tugas sehari-hari. Dalam setiap langkah, baik itu di proses produksi, ruang kantor, atau lokasi pekerjaan manapun, K3 adalah prioritas utama.

“Melalui program dan inisiatif yang telah dilakukan, kita dapat meningkatkan kesadaran tentang risiko-risiko yang mungkin timbul, memperkuat budaya K3, dan mendorong keterlibatan aktif dari seluruh masyarakat. K3 bukan hanya tanggung jawab satu orang atau satu departemen atau satu organisasi, tetapi menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Sigit.

“Dalam seminar nasional K3 ini, semua pihak dapat berbagi wawasan, pengalaman, dan praktik terbaik mereka dalam memperkuat budaya keselamatan, menggali potensi inovasi, dan menerapkan solusi digital yang efektif,” jelasnya.

Sinergi dan Kolaborasi

Sementara itu Dr Haiyani Rumondang, M.A Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kemenaker RI yang juga merupakan Ketua Dewan K3 Nasional dalam keynote speaker yang dibacakan oleh Subkhan, ST, MPSDA, IPU, Asean Eng Ketua Komisi II Komunikasi, Informasi dan Edukasi DK3N mengajak semua pemangku kepentingan untuk melakukan koordinasi, sinergi dan kolaborasi dalam upaya peningkatan kemandirian berbudaya K3 dengan terus menggelorakan K3 di setiap kesempatan, peningkatan koordinasi, sinergi dan kolaborasi tersebut dilaksanakan baik pada tingkat nasional regional dan internasional pada forum-forum K3 yang strategis.

Baca juga: Ketua DK3N: Era Digitalisasi Tuntut Inovasi dan Transformasi K3

“Seluruh lapisan masyarakat, baik masyarakat umum maupun industri, para cendekiawan, akademisi, organisasi profesi, asosiasi dan pihak terkait lainnya dapat termotivasi untuk berperan aktif dalam peningkatan pemasyarakatan K3 sehingga tercipta pelaksanaan K3 secara mandiri dan dapat mendukung arah kebijakan K3 nasional, sehingga tujuan K3 dalam menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, sehat menuju kecelakaaan nihil guna peningkatan produktivitas nasional dapat segera terwujud secara nyata,” jelasnya.

Kemnaker telah menetapkan rencana strategis terkait K3. Adapun agenda tersebut yaitu penguatan kelembagaan pengawasan ketenagakerjaan dan K3, penyempurnaan pelaksanaan pengawasan ketenagakerjaan, Informasi dan layanan K3 berbasis digitalisasi seperti Sistem Pelayanan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Teman K3) dan secara konsisten memberikan Penghargaan K3 Bagi Pemerintah Daerah, perusahaan-perusahaan serta berbagai pihak terkait yang telah berhasil menerapkan norma K3.

“Hal ini juga diharapkan dapat memberikan motivasi kepada pemerintah daerah provinsi lainnya dalam pembinaan K3 di wilayahnya, serta  bagi perusahaan-perusahaan lain untuk meningkatkan implementasi K3 di tempat kerjanya,” kata Haiyani.

Berperan Penting

Seminar itu menghadirkan Dr Ir Sugiarto SC, MS dari Tim Independen Pengendalian Keselamatan Migas (TIPKM) Kementerian ESDM sebagai pemateri. Sugiarto  memaparkan materi tentang pentingnya budaya keselamatan, inovasi, dan penerapan teknologi digital, dapat berkontribusi secara signifikan dalam menjaga keberlangsungan usaha.

“Budaya keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab individual, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama, menciptakan lingkungan kerja yang aman dan berorientasi pada keselamatan adalah investasi yang tak ternilai bagi keberlangsungan usaha,” kata Sugiarto.

“Namun, dalam menghadapi tantangan yang terus berkembang di era modern, inovasi dan digitalisasi telah menjadi kunci dalam memperkuat sistem K3. Melalui adopsi teknologi terbaru dan integrasi inovasi dalam praktik K3, kita dapat meningkatkan efisiensi, akurasi, dan ketepatan dalam upaya pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja,” tegasnya.

Dengan penerapan teknologi canggih, perusahaan dapat memantau dan menganalisis data K3 secara real-time, merespons potensi bahaya lebih cepat. Sehingga dalam hal ini digitalisasi mempermudah perusahaan melakukan pengawasan K3.

Dikatakan, implementasi budaya, inovasi, dan digitalisasi K3 bukanlah sekadar bagian dari kegiatan operasional perusahaan, akan tetapi merupakan investasi yang penting dalam keselamatan dan kesejahteraan pekerja serta keberlangsungan bisnis secara keseluruhan.

“Hanya dengan pendekatan holistik terhadap K3, perusahaan dapat menghadapi tantangan masa depan dengan keyakinan dan menjaga reputasi mereka sebagai pemimpin dalam keselamatan dan kesehatan kerja,” pungkasnya. (*/Hasanuddin)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *