HSEMagz

Bukan Sekedar Berita

Oli & Gas

Terkoreksi 1,4 Poin, Nilai ESG Pertamina 2023 Capai 20,7

JAKARTA, hsemagz.com – Upaya PT Pertamina (Persero) dalam menciptakan bisnis yang lebih berkelanjutan, beretika, dan dipercaya oleh berbagai investor melalui implementasi ESG (Environment, Social, and Governance) di seluruh operasional perusahaan, terus dilakukan dengan penuh komitmen.

Perusahaan milik negara yang bergerak di bidang energi tersebut meraih nilai ESG dengan angka 20,7 (Medium Risk) dalam pemeringkatan yang dilakukan oleh Sustainalytics, lembaga pemeringkatan ESG terkemuka di dunia.

Hal ini diungkapkan Hendrick yang hadir mewakili Suripno, Vice President (VP) Sustainability PT Pertamian (Persero) dalam acara webinar Sharing Session in Green Project Management and Sustainability Development dengan tema ‘Sustainability Development Roadmap and Implementation’ yang diselenggarakan oleh MBA UGM secara hybrid.

“Hasil ini baru dikeluarkan Sustainalytics per 1 Desember 2023. Jadi baru banget,” kata Hendrick dalam acara yang dipandu oleh S Herry Putranto, Chairman Komunitas Migas Indonesia (KMI), di MM FEB UGM Kampus Jakarta, Sabtu (2/12/2023).

Menurut Hendrick, capaian yang diraih di tahun 2023 ini lebih baik dibanding tahun 2022. Tahun lalu, katanya, nilai ESG yang diraih PT Pertamina (Persero) adalah 22,1 (Medium Risk). Dengan raihan itu, pada 2022, PT Pertamina (Persero) menempati peringkat ke-7 dari 254 perusahaan migas se-dunia.

“Sedikit lagi masuk kategori low risk. Tapi tentu tidak semudah itu. Perlu effort yang luar biasa untuk terus mengkoreksi capaian atau nilai ESG,” kata Herry.

Hendrick mengamini pernyataan Herry. Dikatakan, Pertamina adalah perusahaan yang terkategori high risk, sehingga pihak perusahaan harus benar-benar mengimplementasikan aspek ESG dan HSSE dengan baik dan benar serta berkelanjutan. “Sebesar 60% dari industri yang dikelola Pertamina adalah pengolahan,” katanya.

Terkait ESG, Hendrick menambahkan, perusahaan mengeluarkan kebijakan Keberlanjutan (Pertamina Sustainability Policy) yang ditandatangani oleh Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati pada September 2021. Sedangkan terkait HSSE (Pertamina HSSE Policy), Pertamina mengeluarkan kebijakan pada 11 Oktober 2021.

“Lewat dua kebijakan tersebut, Pertamina berkomitmen untuk terus menerapkan praktik-praktik terbaik di bidang ESG dan HSSE di seluruh operasional perusahaan,” kata Hendrick.

Praktik-praktik terbaik di bidang ESG itu terimplementasi dengan sangat baik di seluruh anak usaha Pertamina. PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) misalnya, meraih skor 8,4 (Negligible Risk) dari Sustainalitycs pada 14 November 2023. Raihan ini menempatkan PGE berada di peringkat ke-3 dunia untuk sektor Geothermal.

Sebelumnya, pada September 2023, PT Pertamina New Renewable Energy (NRE) juga meraih peringkat ketiga dunia untuk sektor Independent Power Producer (IPP) & Traders dalam hal ESG Rating yang dilakukan oleh Sustainalytics. Dalam pemeringkatan tersebut, Pertamina NRE meraih nilai ESG sebesar 13.0 dengan tingkat risiko Low Risk.

Sebagai informasi, Sustainalytics merupakan lembaga ESG rating global terkemuka yang melakukan penilaian atas eksposur risiko ESG dari suatu perusahaan yang melakukan kegiatan operasi dan bisnis dalam industri tertentu.

Penilaian ESG yang dilakukan Sustainalytics mengukur eksposur perusahaan terhadap risiko ESG material pada industri spesifik dan seberapa baik perusahaan mengelola risiko tersebut. Nilai tersebut kemudian dibagi dalam lima kategori berdasarkan kinerja perusahaan dalam mengelola risiko ESG dan risiko bisnisnya.

Nilai 0 sampai dengan nilai 10 masuk dalam kategori ‘Negligible Risk‘, nilai 10 sampai dengan nilai 20 masuk dalam kategori ‘Low Risk‘, nilai 20 sampai dengan nilai 30 masuk dalam kategori ‘Medium Risk‘, dan nilai 30 sampai dengan nilai 40 masuk dalam kategori ‘High Risk‘, serta nilai 40 ke atas masuk dalam kategori ‘Severe Risk‘.

Semakin kecil nilai yang diperoleh, semakin baik karena menunjukkan nilai risiko yang semakin rendah dan semakin baik kualitas pengelolaan ESG dari perusahaan tersebut.

Salah satu upaya yang memberikan dampak positif terhadap kinerja ESG adalah keberhasilan Pertamina dalam melakukan dekarbonisasi, dengan memroduksi energi ramah lingkungan dalam rangka mengatasi perubahan iklim. Sejak 2010, PT Pertamina (Persero) telah berhasil menurunkan 31,06% emisi karbon yang dihasilkan seluruh kelompok usaha Pertamina.  (Hasanuddin)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *